RUKUN AGAWE SENTOSA

 

RUKUN AGAWE SENTOSA

Negara Indonesia merupakan negara yang kaya akan perbedaan baik itu bahasa, agama, ras dan suku. Nah…bagaimana cara kita menyikapi perbedaan tersebut untuk mewujudkan kerukunan dalam rangka memperkuat NKRI ? Mari kita simak pembahasan berikut…..:)

Perbedaan merupakan Sunnatullah (hukum Allah), hukum pasti  yang mana tidak mungkin bisa dihindari dari kehidupan ini. Dalam al-Qur’an Allah SWT telah berfirman :

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦ خَلۡقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفُ أَلۡسِنَتِكُمۡ وَأَلۡوَٰنِكُمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّلۡعَٰلِمِينَ ٢٢

Artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui”. (QS. Ar-Rum : 22 )

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ ١٣

Artinya : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Al Hujurat : 13)

Dengan melihat dan memahami ayat diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa perbedaan memang ada dan itu merupakan kehendak sang Maha Pencipta.

Menghormati dan menghargai pendapat atau keyakinan adalah perilaku nyata yang dapat kita lakukan sebagai manusia yang berpikir dan beradab. Sikap toleran dan dapat menerima perbedaan pendapat, keyakinan atau pemahaman merupakan sikap dewasa yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang khususnya para pemimpin dan tokoh agama. Mengapa pemimpin dan tokoh agama ? karena merekalah ujung tombak penentu kebijakan dan pemahaman kepada masyarakat. Merekalah para influencers (pemberi pengaruh), yang apabila memberikan pemahaman “baik/buruk” akan sangat mudah diterima dan dilaksanakan oleh masyarakat.

Musyawarah adalah cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan, karena dengan musyawarah inilah selisih paham dan pendapat dapat diselesaikan dengan keputusan yang sebaik dan sebijak mungkin. Musyawarah juga merupakan hal yang sangat disukai Rasulullah SAW dalam menyelesaikan suatu masalah. Musyawarah bisa dilakukan dimana saja, baik itu dikehidupan rumah tangga, sosial, pemerintahan dan lain-lain. Dalil tentang dianjurkannya musyawarah adalah :

فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ ١٥٩

Artinya : “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”. (QS Al-Imran : 159)

 

Dalam Tafsir Al Azhar karangan Buya Hamka, tafsir Al Munir karangan Wahbah Az Zuahaili, Dan tafsir Al-Qur’ani. Telah menjelaskan tentang isi kandungan yang ada di dalam  ayat 159 surat Al-Imran, diantaranya sebagai berikut.

  • Allah sudah menganjurkan kepada hambanya agar senantiasa memaafkan serta mengutamakan musyawarah dalam mengambil suatu keputusan. Sehingga musyawarah menjadi prinsip dalam mengambil suatu keputusan.
  • Ayat ini juga menjelaskan tentang akhlak Nabi Muhammad yang sangat agung. Diantaranya suka musyawarah, pemaaf, lemah lembut, dan sebagainya. Setelah bermusyawarah Nabi Muhammad menghasilkan keputusan, sehingga dilaksanakan dengan dasar tawakal kepada Allah.
  • Bagi setiap orang yang bertawakal akan senantiasa di sayangi oleh Allah.
  • Bagi setiap orang yang ingin mempunyai hati yang lemah lembut, maka seharusnya minta sama Allah agar selalu mendapatkan rahmatnya.
  • Bagi setiap orang yang mempunyai hati yang kasar, maka manusia akan selalu menjauh darinya.

Dari pembahasan diatas, semoga kita mendapat pencerahan tentang bagaimana cara menyikapi perbedaan. Indonesia merupakan negara yang kaya akan perbedaan baik itu bahasa, agama, suku, ras dan golongan, maka sudah barang tentu juga akan rentan dengan konflik. Dimana apabila kita tidak bisa menyikapi dengan bijak, maka akan mengakibatkan terpecahnya bangsa ini sehingga akan terjadi pula permusuhan antar warga negara. Na’udhubillahi min dzalik.....

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi kita semua sebagai warga negara Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, dimana ini merupakan tanah air kita, tumpah darah kita, rumah kita dalam menjalani kehidupan ini. Tak sepatutnya kita menghancurkan negara ini dengan pemahaman-pemahaman radikal yang mana hanya akan menimbukan kesengsaraan.

Syekh Muhammad Ali dalam kitab Dalilul Falihin halaman 37 mengatakan:

حُبُّ مِنَ الوَطَنِالإِيْماَن 


 

“Cinta tanah air bagian dari iman.”

Terkait anjuran untuk mencintai tanah air, Nabi memberikan sebuah contoh teladan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahih Bukhari juz 3 halaman 23:

 

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ، فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ المَدِينَةِ، أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا»

 

“Ketika Rasulullah hendak datang dari bepergian, beliau mempercepat jalannya kendaraan yang ditunggangi setelah melihat dinding kota Madinah. Bahkan beliau sampai menggerak-gerakan binatang yang dikendarainya tersebut. Semua itu dilakukan sebagai bentuk kecintaan beliau terhadap tanah airnya. ” (HR Bukhari).

Hadits di atas menunjukkan bahwa betapa Rasulullah SAW sangat mencintai tanah airnya sendiri. Mencintai tanah air merupakan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah mencintai Makkah dan Madinah karena dua tempat mulia tersebut merupakan tanah air beliau. Mencintai tanah air adalah bagian dari iman karena tanah air merupakan sarana primer untuk melaksanakan perintah agama. Tanpa tanah air, seseorang akan menjadi tunawisma. Tanpa tanah air, agama seseorang kurang sempurna, dan tanpa tanah air, seseorang akan menjadi terhina.

Maka, biarkanlah Indonesia menjadi Indonesia dengan segala karakteristiknya. Tugas kita adalah menjaga dan mencintainya dengan cara menjaga persatuan dan kesatuan di dalamya. SALAM KERUKUNAN !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH DAN DOA ISRA MI'RAJ, KAMU HARUS TAHU

MAKANAN YANG KAMU KONSUMSI HALAL ?